Minggu, 24 Januari 2016

Sabar dan Ikhlas

Pada umumnya ketika diberi ujian dengan hal yang menyenangkan oleh Allah kita cenderung melupakan satu hal bahwasannya Allah yang telah menganugerahkannya dan terlebih lagi kita tidak mawas diri bahwa kita sebenarnya di uji imannya dengan kesenangan tersebut.
Lain halnya lagi ketika kita diuji oleh Allah dengan kesusahan. Kita lebih cenderung menggerutu kepada Allah. "Kenapa terjadi seperti ini?" .
Bahkan ada pula yang menganggap bahwa Allah tidak sayang kepada kita. Persepsi kita sering kali kalau kita diberi ujian kesenangan kita mengatakan Allah sayang, namun ketika kita diuji dengan kesusahan kita mengatakan Allah tidak sayang kita. Padahal sebenarnya Allah justru sayang kepada kita, karena dengan diberi ujian susah kita akan selalu ingat Allah dan menjalankan perintahnya. Berbeda dengan orang yang diuji dengan kemewahan atau kesenangan mereka cenderung melupakan Allah yang telah menganugerahinya dan terkadang lupa bersyukur serta menjalankan kewajibannya.
Sahabat sekalian,
Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan,elaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang sabar. (yaitu) orang-orang yang apanila ditimpa musinah, mereka mengucapkan:"Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk "(Q.S Al-Baqarah (2):155-157)
Perlu kita merenungkan hal ini. Jangan  sampai kita suudzon dengan Allah, kita harus khusnudzon. Karena dibalik ujian itu tersimpan hikmah yang kita tidak tahu. Allah memberi kita kebutuhan bukan keinginan.
Saya juga hanya manusia biasa tempat salah dan khilaf, namun alangkah baiknya jika kita selalu saling mengingatkan 
 Fastabiqul Khairat!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar